Baca Juga
Era kerajaan, penuh dengan peperangan dan pertumpahan darah, mereka merebut, menjajah dan membangun wilayahnya sendiri menggunakan kekuatan, strategi perang bahkan strategi politik. Tak heran jika zaman itu mempunyai sistem pemerintahan Monarki dimana Raja adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan nantinya akan digantikan oleh sang anak.
Masa Chaos atau dikenal dengan masa kerusakan telah meluluhlantakkan semua wilayah pada benua Atlatan. Masa Chaos sudah berlangsung lama hingga akhirnya kaisar dan sekutu menyatukan semua wilayah dan menggabungkan crest untuk mengakhiri era tersebut. Untuk penyatuan antara Aliansi dan Federasi ditandai dengan pernikahan antara Alexis (Aliansi Fantasy) dan Marrine Kreische (Federasi Factory) Namun ada sekelompok orang terutama Raja Iblis, tidak menginginkan kedamaian itu terjadi hingga akhirnya Kaisar dan Pemimpin Aliansi terbunuh dan peristiwa itu dikenal dengan tragedi Aula besar.
Tragedi Aula besar menjadikan semua wilayah kembali terpecah dan bertarung untuk memperebutkan wilayah, Tahta dan Crest. Seperti peperangan keji dimana banyak manusia terbunuh dan memakan korban luka, disamping bertarung dengan chaos yang terdiri dari monster-monster kuat yang bisa setara dengan 1 kerajaan. Alhasil banyak daerah yang hancur, bahkan krisis dimana ada dua lawan, pertama kerajaan lain dan kedua adalah Chaos. Untuk itu beberapa Lord yang memang ada untuk melindungi warganya dianggap sebagai pahlawan pada era itu.
Pada sesi awal diperlihatkan pertemuan antara Siluca Meletes (penyihir kerajaan) dan Theo (yang saat itu belum menggunakan gelar Cornaro yang merupakan seorang pahlawan di wilayah Sistinia) yang dimana Theo merupakan seorang Lord Pengembara yang mencoba menyelamatkan Siluca dari beberapa pasukan wilayah yang dilewati. Walaupun sebenarnya tanpa Theo pun Siluca bisa mengalahkan kroco tersebut namun karena sikap dari Theo sedikit membuat dia tertarik. Terjalinnya benang merah takdir dimulai pada adegan ini dimana setelah Siluca tahu siapa Theo dan apa tujuannya, akhirnya Siluca membuat kontrak antara penyihir dan lord.
Siluca awalnya dikontrak oleh seorang Earl yaitu Villar Constance atau dikenal dengan count mesum mengurungkan niatnya dan membuat kontrak dengan lord lain tanpa sepengetahuan count dari Artuk tersebut. Namun pada akhirnya mereka bergabung Theo ada sebagai pelayan dari Constance Villar.
Anime yang diadaptasi dari light novel karya Mizuno Ryo pada tahun 2013 dengan judul Record of Grandcrest War menuai banyak pujian dari beberapa penikmat novel dari Publisher Kadokawa. Dijadikan anime pada tahun 2018 yang digarap oleh Studio A-1 Pictures dengan beberapa produser ternama seperti Aniplex, Bandai Namco Entertainment, Kadokawa, Kinoshita Group Holdings, Abc Animation, Good Smile Company, dan beberapa lainnya.
Dari segi desain karakter digarap oleh A-1 Pictures dengan tema Militer terlihat sangat cocok dengan tema dan penggambaran karakternya. Apalagi A-1 Pictures sudah terlatih membuat beberapa anime seperti, Magi (tema yang sama), Gate, Fairy tail, Nanatsu no Taizai, Fate Apocrypha, Kuroshitsuji, Senjou no Valkyria, FInal of Fantasy Brotherhood, SAO, Ao No Exorcist, Darling the Franxx, 86 dan masih banyak lagi.
Dari nama anime yang pernah mereka garap saja membuat saya tidak bisa membayangkan betapa bagusnya desain karakter anime ini, dan beberapa karakter utama dan Support (tidak bisa dikatakan sebagai karakter sampingan karena peran mereka dalam mendukung alur cerita sangat besar).
Voice Over dari karakter tersebut Akari Kitou (Kamado Nezuko, Suzune Horikita, Yuzaki Tsukasa, Kaori Houjou, Mitama, what?, Kotoko) sebagai Siluca, Kentarou Kumagai (Laios,Altland, Jordo, omi Fushimi, makoto Majima, Han dae-wi) Sebagai Theo Cornaro. Ueda Reina sebagai Aishella, Kayano Ai sebagai Marrine, Yuuichi Nakamura sebagai Irvin, Sakurai Takahiro Sebagai Constance Villar, Hino Satoshi sebagai Lassic David, Kaida Yuuko sebagai Margaret Odius, Wataru Hatano sebagai Kooches Mirza dan Takamori Natsumi sebagai Farnese Priscilla.
Beberapa nama Seiyuu tersebut sudah banyak mengisi dunia tarik suara di anime lain tak heran anime ini cukup menjanjikan untuk kalangan 17th keatas. Soundtrack dari anime ini di isi oleh Mashiro ayano (Starry Shoudou), dan ASCA (Pledge, Rin). Dari anime ini juga kita bisa melihat strategy perang, aturan bahkan etika peperangan. Sehingga kesan anime ini disuguhkan untuk orang dewasa menjadi layak. Namun jika kamu belum dewasa jangan tonton anime ini karena ada beberapa adegan yang tidak boleh dinikmati oleh anak remaja.
FYI untuk kamu yang tertarik pada Anime ini tidak ada salahnya memainkan PS4 dengan judul yang sama. Tentunya kamu sudah tahu grafik PS4 yang tidak main-main, bahkan untuk pc yang menggunakan emulator, wajib memakai Kartu Grafis GTX keatas.


Posted by 


.gif)

Emoticon